Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Serpihan Surga Ada Di sini

Parade Yogyakarta , Magelang dan Semarang


“ Aku berjanji menjelajahi bumi pertiwi
Sebagai bukti rasa syukur sebagai anak bangsa
Syukur atas limpahan karunia
Serpihan surga ada disni
Di khatulistiwa Indonesiaku “

November 2011 diawali dengan belaian hujan deras , namun hal itu tak menyurutkan niat kami untuk terus pergi menjelajahi dan mempelajari keindahan pesona negara tercinta Indonesia. Masih banyak limpahan anugerah maha kuasa di negeri pertiwi ini yang rasanya ingin kami jelajahi dan kami arungi, seribu tahun rasanya juga tak cukup untuk terus melangkah mengenal tempat-tempat baru , bertemu dengan senyuman sederhana penuh rasa kasih sayang yang terkadang lebih indah dan menenangkan dari pada bentangan biru samudera yang menjadi ciri khas bangsa . Kali ini tujuan kami adalah Yogyakarta , Magelang, dan Semarang.

Perjalanan kami mulai pada hari rabu tanggal 3 November 2011, penjelajahan kami mulai setelah selesai Uts yang cukup menguras pikiran, Kota Yogyakarta kami tuju mengendarai kereta api kahuripan kelas ekonomi . Harga tiket cukup murah yaitu hanya sebesar Rp 24,000 . Sangat cocok bagi mahasiswa seperti kami yang punya impian banyak namun modal pas-pasan . keberangkatan kami pada malam hari diiringi oleh gerimis syahdu yang dinginnya sampai merasuk ke sela-sela baju namun hatiku tetap hangat dengan adanya teman-teman lain yang meramaikan suasana stasiun. Segelas mie instan melengkapi perjalanan kami. Malam ini cukup sempurna untuk ditutup, walaupun sulit untuk tidur di kreta namun karena letihnya badan , akhirnya kami terpulas dengan mimpi indah dan harapan esok hari yang akan datang dengan sejuta janji manisnya .

Kami tiba di Yogyakarta pukul 4 pagi , kedatangan kami langsung disambut hangatnya suasana kota keraton. Kami dijemput oleh saudara temen saya, setibanya di penginapan kami langsung beristirahat . Pukul 10 pagi setelah selesai berkemas kami langsung berangkat mengendarai minibus sewaan, cukuplah untuk mengangkut kami yang berjumlah 11 orang. Tujuan pertama kami adalah salah satu situs dunia yang sangat terkenal yaitu keajaiban dunia Indonesia, Candi Borobudur. Dengan menempuh satu jam perjalanan, akhirnya kami tiba. Sebagai mahasiswa “ndeso”, saya rasanya tidak sabar untuk berlari sekencang-kencangnya dan langsung memanjat kepuncak tertinggi Borobudur, tapi eits..... pake sarung khas candi dulu . cukup unik dan menjadi ciri khas Borobudur ,

setiap pengunjung wajib mengenakan sarung Candi untuk menghormati dan menghargai budaya setempat. Sesampainya di Candi saya langsung tersenyum lebar, tak salah dunia memilih tempat ini sebagai situs keajaiban dunia , sungguh suguhan luar biasa ada di depan mata . kini kaki berpijak menapaki tangga demi tangga sambil berdzikir memujaNya. Harta terindah negeri ini kupijak dengan kebanggaan sebagai anak bangsa . ingin kuabadikan di bingkai kisah setiap sudut candi ini. Kunikmati setiap detail batu, sengatan matahari yang tertawa di sekujur tubuh justru membakar semangat kami untuk terus berlari.

Rasanya waktu tak mau berpihak pada kami, walaupun belum puas kami harus melanjutkan perjalanan , saya membeli candi mungil beserta patung Ganesha sebagai bukti nyata bahwa aku pernah kesana. Perjalanan selanjutnya yaitu kawasan nasional merapi Kaliurang , yaitu desa yang menjadi saksi Kebesaran Allah SWT . Desa tempat mbah Marijan menghembuskan nafas terakhhirnya sebagai kuncen merapi. Sungguh hancur berantakan desa ini akibat letusaan Gunung merapi, tersisa dinding-dinding gosong sebagai bukti panasnya keadaan waktu itu. Kabut tebal menambah kesan mistis desa ini , seolah-olah desa ini berbicara tentang sebuah pembuktian bahwa kesombongan tak ada artinya dengan secuil sapaan tuhan melalui bencana letusan Merapi

Malam menjelang kami bergegas pulang ke penginapan. Setelah shalat dan beristirahat sejenak kami melanjutkan perjalanan ke Alun-alun Keraton kota Yogyakarta. Pengunjung alun-alun akan disuguhi becak dan sepeda lampu kerlap-kerlip yang mondar mandir mengelilingi dan menghiasi lapangan. Namun bukan itu sajian utamanya , ritual tutup mata melewati dua pohon besar menjadi kegiatan wajib bagi para pengunjung .
Banyak mitos yang beredar dan dipercayai oleh masyarakat setempat bahwa apabila kita mampu melewati pohon tersebut maka harapan kita terkabul. Sebenarnya saya tidak terlalu percaya dengan hal yang begituan karena hanya kepada Allah tempat meminta. Namun karna rasa penasaran yang tidak terbendung akhirnya kami mencobanya juga. Menutup mata dengan slayer penutup , kelihatannya sih sangat gampang untuk melewati pohon beringin raksasa itu namun ternyata hanya segelintir orang yang mampu melewatinya, kami semua telah mencoba dan ternyata sangat sulit untuk melewatinya. Terakhir saya mencoba lagi dan terjadi sedikit keanehan , saya mampu memutari pohon beringin tersebut dan kembali ketempat semula, awalnya saya merasa dikerjai karena saya merasa sudah cukup jauh berjalan namun belum juga dihentikan . bulu kuduk saya langsung berdiri , sungguh keanehan yang tidak biasa. Sebelum kembali pulang ke penginapan saya mendapat tas kecil berisi Hp BB dan Nokia serta uang. Tak ada tanda pengenal didalamnya . Rasanya ada setan sekampung langsung mengepung saya .dan seolah-olah saya mendengar percakapan kecil

S : “ ambil rezeki loe mak bro “
M :“ jangan beibh , itu bukan cara loe banget.”
S : “ ganti hp BB ( botot banget )loe ama BB yang asli “
M : “ cyin wake up, itu bukan milik loe”
S : “ gak usah sok suci mament, itu rezeki dari pohon beringin “

Arghhhhhhh...... ini resiko manusia beriman tipis, banyak godaan, tapi dengan secuil keimanan , saya berniat mengembalikannya . saya menunggu wajah –wajah kehilangan datang menghampiri dan selang beberapa waktu sepasang kekasih mondar-mandir dengan wajah memelas seimut kucing di kostanku. Saya langsung menghampiri dan bak malaikat saya mengembalikan tasnya . rasanya lega walaupun terdengar lagi percakapan :

“yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah....... ilang deeh . T-T “
“ alhamdulillah sesuatu banget ya . :) “
“ selamat kamu berhasil mengembalikannya ( datang segelas Pxx Mie )

Malam harus berakhir , sebelum ke penginapan kami makan di kafe “ JAMBU ACEH” milik keluarga temen saya dan ternyata “ GRATIS “ . ciri mahasiswaa Indonesia yaitu mendewakan kata “ Gratis “ rasanya seperti di awan-awang. Hari ini sempurna untuk ditutup dengan makan gratis.
Keesokan paginya semua sudah bersiap-siap , setelah sarapan kami melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan, kurang dari satu jam perjalanan kami tiba di Prambanan, sebelum masuk kami shalat jum'at terlebih dahulu. Setelah itu langsung ngantri tiket di gerbang masuk . harga tiket masuk sama seperti Borobudur sebesar Rp 20.000,- . padang rumput hijau dan pepohonann rindang menjadi suguhan tambahan dari seribu candi ini . Candi Prambanan tak kalah memukau seperti candi borobudur. karya nyata sebuah kekayaan peradaban budaya indonesia sekarang berdiri di depanku . kuabadikan semuanya di kamera. Berlari kesana-kemari seperti anak kecil dan kami benar-benar terpukau dibuatnya , seharian kami habiskan waktu disana.
Kami pun bersiap menuju tempat selanjutnya yaitu pusat jajanan cinderamata Yogyakarta yaitu Malioboro. Banyak oleh-oleh super murah disana, namun tempat yang wajib dikunjungi yaitu Toko “Mirota”. Yogyakarta disulap menjadi kecil di toko ini. Ketika masuk aura mistis langsung menyapa dengan semerbak dupa dimana-mana. Patung-patung dan wayang banyak terpampang. Disudut ruangan tampak seorang wanita tua yang sedang sibuk membuat batik dengan kedua tangan hebatnya . sungguh karya luar biasa. Hampir semua jenis cinderamata terdapat di “ Mirota” dengan harga murah. Tak lupa saya membeli kue Bakpia yang menjadi oleh-oleh khusus kota Yogyakarta. Setelah puas berkeliling kami melanjutkan perjalanan ke Semarang.
Hanya ada satu tempat yang mau kami kunjungi disana yaitu “ Lawang Sewu “. Situs horor yang cukup terkenal. Tempatnya memang cukup menyeramkan terutama ruangan bawah tanah yang begitu pengap , gelap dan mengerikan.
Malamnya makan di salah satu emperan yang cukup mengejutkan. Warung kualitas kaki lima yang harganya bintang lima. Walaupun hanya makan pecel dan nasi liwet kami dikenakan biaya sampai Rp 51.000,- . harga yang cukup keterlaluan . saya berusaha menghibur diri, Mungkin ini akibat dari wajah tampanku ku yang mirip korea ( KOREngAn kaleee).
Tanggal 6 Novemberakhirnya kami tiba di Bandung , disambut tugas kuliah dan kerja sampingan yang menumpuk, walaupun semua penat menunggu setiap kisah di sana masih membekas jelas diingatan . Suatu hari nanti saya pasti kembali lagi kesana . :D . rencana baru pun menunggu .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS